Definisi Kompensasi

Luasnya pengertian daripada definisi kompensasi, menyebabkan banyaknya orang-orang yang mendefinisikan kompensasi tersebut. Dan diantara banyaknya orang-orang tersebut,diantaranya ada Kol.Kal. (Purn.) Susilo Martoyo,S.E , Dr.T.Hani Handoko, M.B.A, H.Hadari Nawawi, Dr.H.Edy Sutrisno, M.SI, Ambar Teguh Sulistiyani dan Rosidah

Kol.Kal. (Purn.) Susilo Martoyo,S.E dalam bukunya yang berjudul “Manajemen Sumber Daya Manusia” Edisi 5 yang dicetak dan diterbitkan olehBPFE Yogyakarta pada Agustus 2007 menyatakan bahwa kompensasi adalah “Pengaturan keseluruhan pemberian balas jasabagi employers maupun employees baik yang langsung berupa uang (finansial) maupun yang tidak langsung berupa uang (nonfinansial)”.

Lain Kol.Kal. (Purn.) Susilo Martoyo,S.E, lain lagi pengertian kompensasi yang dituangkan oleh Dr.T.Hani Handoko, M.B.A dalam bukunya “Manajemen Personalia dan Sumber Daya Manusia Edisi 2”. Dalam bukunya tersebut Dr.T.Hani Handoko, M.B.A menyatakan bahwa kompensasi adalah “Segala sesuatu yang diterima para karyawan sebagai balas jasa untuk kerja mereka”.

Sedangkan untuk H.Hadari Nawawi sendiri, pengertian kompensasi yang tercantum dalam bukunya “Manajemen Sumber Daya Manusia Untuk Bisni Yang Kompetitif” yang dicetak dan diterbitkan oleh perusahaan penerbitan UGM Press pada Mei 2008 ini adalah “Penghargaan atau ganjaran yang tidak sekedar berbentuk upah atau gaji sebagai akibat dari pengangkatannya menjadi tenaga kerja sebuah organisasi atau perusahaan”.

Begitu pula dengan pendapat yang disampaikan oleh Dr.H.Edy Sutrisno, M.SI. dalam bukunya “Manajemen Sumber Daya Manusia” berbeda dengan pendapat yang disampaikan oleh orang – orang tersebut. Dalam bukunya tersebut Dr.H.Edy Sutrisno, M.SI.menyatakan bahwa kompensasi adalah “Balas jasa (reward) perusahaan terhadap pengorbanan waktu, tenaga dan pikiran yang telah diberika oleh mereka (tenaga kerja) kepada perusahaan”.

Dan juga yang telah disampaikan oleh Ambar Teguh Sulistiyani dan Rosidah dalam buku mereka yang berjudul “Manajemen Sumber Daya Manusia. Konsep, Teori, Dan Pengembangan Dalam Konteks Organisasi Publik Edisi 2”. Dimana mereka berdua mengungkapkan pendapat bahwa kompensasi adalah “Segala sesuatu yang diterima oleh pegawai sebagai balas jasa (kontra prestasi) atas kerja mereka”.

Teori – Teori Kompensasi

Pemberian kompensasi dalam pengelolahan manajemen sumber daya manusia dalam suatu organisasi ataupun perusahaan memang sangat penting adanya. Hal ini dikarenakan pemberian kompensasi kepada para karyawan atau pekerja memang sudah menjadi hak mereka. Selain itu juga dengan dilakukannya pemberian kompensasi yang layak dapat meningkatkan kinerja para karyawan tersebut yang dimana pada akhirnya dapat sangat berpengaruh juga terhadap produktivitas barang yang dihasilkan.

Namun meskipun demikian, tidak sembarangan suatu perusahaan ataupun organisasi dalam menetapkan tingkat upah. Karena jika tidak sesuai dengan kebutuhan dan juga tingkat standarisasi dari pemerintah, baik itu lebih rendah ataupun lebih tinggi dari yang seharusnya diberikan, maka bisa dipastikan bahwa para karyawan tersebut malas bekerja dan hal ini tentu saja sangat berpengaruh dalam produktivitas yang dihasilkan oleh suatu perusahaan ataupun organisasi.

Dalam bukunya yang berjudul “Memahami Aspek Aspek Pengelolaan Sumber Daya Manusia Dalam Organisasi” Dra. Justine T. Sirait, memaparkan adanya 5 langkah yang harus dilakukan oleh suatu organisasi atupun perusahaan dalam menetapkan tingkat upah. Dan kelima hal tersebut adalah :

  1. Menyelenggarakan survey gaji.
  2. Menentukan nilai jabatan melalui evaluasi jabatan.
  3. Mengelompokan jabatan dalam tingkat upah.
  4. Menetapkan harga setiap tingkat upah melalui kurva upah, dan
  5. Menyempurnakan tingkat upah.

Pendapat Dra. Justine T. Sirait ini juga disetujui oleh H.Hadari Nawawi, Ambar Teguh Sulistiyani dan Rosidah. Karena dalam buku mereka masing – masing juga dituliskan hal yang sama dengan pendapat Dra. Justine T. Sirait.

Namun, langkah – langkah yang dilakukan oleh suatu perusahaan ataupun organisasi tersebut juga tidak serta merta dapat langsung dilakukan. Ada hal – hal yang harus dan perlu untuk diperhatikan dalam pemberian kompensasi yang akan dilakukan oleh organisasi ataupun perusahaan tersebut.

Menurut Kol.Kal. (Purn.) Susilo Martoyo,S.E dalam bukunya yang berjudul “Manajemen Sumber Daya Manusia Edisi 5”, ada hal – hal yang perlu diperhatikan dalam pemberian kompensasi. Hal – hal tersebut adalah :

  1. Kompensasi harus dapat memenuhi kebutuhan minimum.
  2. Kompensasi harus dapat mengikat.
  3. Kompensasi harus dapat menimbulkan semangat dan gairah kerja.
  4. Kompensasi harus adil.
  5. Kompensasi tidak boleh bersifat statis.
  6. Komposisi dari kompensasi yang diberikan harus diperhatikan.

Hal ini tidak dapat dipandang sebelah mata oleh suatu organisasi ataupun perusahaan dan bahkan dapat dikatakan sangat perlu diperhatikan oleh suatu organisasi ataupun perusahaan jika organisasi ataupun perusahaan tersebut menginginkan kesejahteraan para karyawannya guna menghasilkan produktivitas yang tinggi dan dapat menguntungkan organisasi ataupun perusahaan tersebut.